Kode Etik Pecinta Alam Indonesia - Vidhian Jaya

Jumat, 22 Maret 2013

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Sekarang ini para petualang Indonesia semakin banyak, begitu pula para pecinta alam Indonesia. Pecinta alam jangan disama artikan dengan penikmat alam ya, karena pecinta alam lebih memiliki kewajiban untuk menjaga kelestarian alam. Kalau hanya sekedar menikmati semua orang juga bisa, tapi kalau menjadi pecinta alam mesti orang yang mau, orang yang paham dan orang memiliki ilmu tentunya.
Gambar Ilustrasi Pendaki
Gambar Ilustrasi Pendaki

Salah satu yang perlu dipahami oleh pecinta alam adalah Kode Etik Pecinta Alam. Arti dari kode etik sendiri merupakan suatu etika yang telah disepakati bersama oleh pihak tertentu, gunanya untuk menjaga dan mengembangkan profesi tertentu. Kode etik dapat dijadikan sebagai pedoman bersikap dan berperilaku serta secara tidak langsung juga merupakan suatu aturan hukum yang perlu dipatuhi.

Seperti halnya profesi profesional, pecinta alam Indonesia juga memiliki kode etik yang telah disepakati bersama. Kode etik ini pertama kali disepakati pada bulan Januari tahun 1974 dalam sebuah kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV. Kegiatan Gladian Nasional Pecinta Alam IV yang diadakan di Pulau Kahyangan, Ujung Pandang (Makassar) ini diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Club antarmaja Pecinta Alam se-Ujung Pandang (Makassar). Kegiatan tersebut turut diikuti oleh 44 Perhimpunan Pecinta Alam se-Indonesia sebagai perwakilan.

Gladian Nasional itu sendiri merupakan acara pertemuan akbar para pecinta alam di seluruh Indonesia. Dalam kegiatan Gladian Nasional tersebut menjadi ajang latihan bagi para pecinta alam guna meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan dalam bidang kepecinta-alaman dan kegiatan alam bebas. Gladian Nasional juga menjadi media berbagi pengetahuan dan silaturahim antar perkumpulan pecinta alam se Indonesia.

Berikut ini adalah Kode Etik Pecinta Alam Indonesia:

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa alam beserta isinya adalah ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Pecinta alam Indonesia sebagai bagian dari masyarakat Indonesia sadar akan tanggungjawab kami terhadap Tuhan, bangsa, dan tanah air.

Pecinta alam Indonesia sadar bahwa segenap peserta alam adalah saudara sebagai sesama makhluk yang diciptakan sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa, sesuai hakikat di atas kami dengan penuh kesadaran menyatakan sebagai berikut:

  1. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Memelihara alam beserta isinya serta menggunakan sumber daya alam sesuai dengan batas ketentuan.
  3. Mengabdi kepada bangsa dan tanah air.
  4. Menghormati hasil kehidupan yang bersatu dengan masyarakat sekitar serta menghargai manusia sesuai martabatnya.
  5. Berusaha mempererat tali persaudaraan sesama pecinta alam sesuai dengan asas tujuan pecinta alam.
  6. Berusaha saling bantu membantu, harga menghargai dalam melaksanakan pengabdian terhadap Tuhan, bangsa dan tanah air.
  7. Selesai
Pantai Kahyangan


Pukul 01.00 WITA

Kode Etik Pecinta Alam Indonesia yang dihasilkan melalui Gladian Nasional tersebut hingga saat ini masih digunakan dan dipegang teguh oleh berbagai perkumpulan pecinta alam di Indonesia.

Etika Lingkungan Hidup Universal

Selain Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, ada juga etika yang perlu ditanamkan pada jiwa pecinta alam yaitu Etika Lingkungan Hidup Universal. Ini lebih kepada etika bagaimana kita memperlakukan alam ketika kita berada di lingkungan, dan ini berlaku secara universal atau mengikat siapa pun. Mungkin anda pernah mendengarkannya tapi anda tidak tidak tahu itu apa, Etika Lingkungan Hidup Universal terdiri dari 3 etika yang isinya sebagai berikut:
  • Take Nothing But Picture, Jangan mengambil apapun kecuali foto. 
  • Leave Nothing But Footprint, Jangan meninggalkan apapun kecuali jejak.
  • Kill Nothing But Time, Jangan membunuh apapun kecuali waktu.
Etika lingkungan hidup universal berisikan tiga etika memiliki artian secara general atau umum. Maksudnya adalah ketiga etika tersebut sebagai gambaran secara garis besar terhadap bagaimana kita beretika terhadap lingkungan hidup dan tentunya ketiga etika tersebut memiliki makna-makna yang lebih mendalam. Adapun beberapa penjelasan terhadap ketiga etika tersebut adalah sebagai berikut:

Jangan Mengambil Apapun Kecuali Foto

Dalam rangka menjaga kelestarian alam dan eksistensinya maka bagi pecinta alam dilarang mengambil sesuatu dari alam, baik itu makhluk hidup maupun komponen abiotik yang ada di sana. Hal tersebut mengingat keberadaan makhluk hidup dan komponen abiotik dianggap penting bagi habitat. Apabila sesuatu hilang dari alam maka akan mengancam kelangsungan hidup di alam. Terlebih lagi jika terjadi penjarahan atau exploitasi di alam, yang tertunya akan menjadi faktor penyebab kepunahan.
Bunga Edelweiss
Bunga Edelweiss

Beberapa contoh pelanggaran etika ini antara lain seperti mengambil bunga Edelweiss di Gunung, menangkap atau membawa makhluk hidup endemik, mengambil buah-buahan alami secara berlebihan, membawa batu yang khas, membawa tanah yang khas dan sebagainya. Bagaimana jika banyak orang melakukan pelanggaran tersebut? Pasti lama kelamaan akan menimbulkan kerusakan, berkurangnya keberaneka-ragaman hayati dan memicu suatu kepunahan. Oleh karena itu, jika ingin membuktikan keberadaanmu di alam cukup dengan mengambil beberapa foto sebagai kenangan, tidak perlu mengambil sesuatu yang dapat merusak lingkungan.


Jangan Meninggalkan Apapun Kecuali Jejak

Jika sebelumnya adalah jangan mengambil, etika yang kedua adalah jangan meninggalkan. Orang menjelajah alam pasti membawa berbagai perlengkapan menjelajah serta bekal konsumsi yang biasanya adalah bekal bungkusan, baik itu plastik maupun kaleng. Namun di alam ternyata tidak ada tempat sampah dan alam bukanlah tempat sampah. Sebagai manusia tentu perlu menjaga kondisi alam agar tidak tercemari oleh sampah maupun benda lain yang membuat kondisi alam menjadi tidak asri. Oleh karena itu para penjelajah harus membawa kembali apapun barang-barang yang dibawanya, meskipun itu berupa sampah yang menjijikkan sekalipun.

Namun, hal tersebut akan berbeda cerita jika membawa bahan-bahan organik. Jika anda tidak berkenan membawa pulang bahan-bahan organik maka bisa saja anda tinggalkan dengan syarat jangan ditinggal sembarangan dan lebih baik dikubur atau ditutup tanah. Selain barang kita juga tidak boleh melakukan vandalisme atau meninggalkan suatu berupa tanda yang tidak alami, misalnya berupa coretan, tanda cat, dan sebagainya.


Jangan Membunuh Apapun Kecuali Waktu

Hal lain yang dilarang adalah membunuh, baik itu membunuh hewan hidup maupun tanaman hidup. Etika ini memang sudah selayaknya berlaku agar menjaga kelangsungan hidup alam dan mencegah kepunahan. Meskipun begitu kita masih diperbolehkan membunuh, asalkan dalam keadaan terdesak dan untuk bertahan hidup saat survival. Misalnya saat tersesat, telah kehabisan bekal dan tidak ada sumber makanan selain dengan membunuh, maka untuk alasan itu dianggap hal yang wajar dan natural. Sebagaimana hewan yang membunuh hewan lain untuk mencari makanan dan bertahan hidup. Hal yang tidak diperbolehkan adalah dengan sengaja membunuh secara massal, membunuh untuk kesenangan, membunuh karena kesal-dendam dan membunuh untuk keuntungan. Justru sebagai manusia kita wajib untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang telah ada.

...........................................................................................................................

Seperti itulah beberapa penerapan dari ketiga etika lingkungan hidup universal, mungkin masih banyak lagi penerapan yang lebih mendetail atau lebih khusus. Jika anda orang yang cerdas maka anda tahu mana yang sebaiknya dilakukan dan mana yang sebaiknya dihindari. Intinya adalah baik ketiga etika di atas maupun Kode Etik Pecinta Alam Indonesia, tetap saja apapun kegiatannya terhadap alam kita tetap harus beretika dan menghormati alam sebagai ciptaan-Nya yang perlu dijaga dan dilestarikan. Semoga postingan artikel ini dapat bermanfaat, dan bisa menjadikan Kode Etik dan Etika tersebut sebagai pedoman bagi setiap pecinta alam serta penjelajah.

Diperbarui pada 14 Januari 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan baik dan bijak, menghormati satu sama lain. Terima kasih.

Tentang Kami

authorHalo, selamat datang di situs Vidhianjaya. Situs ini dikelola oleh admin yang juga merupakan seorang pendidik dari sekolah vokasi / kejuruan di bidang teknologi dan rekayasa dan Duta Teknologi Kemendikbudristek. Selain sebagai pendidik, kami juga aktif sebagai penulis, konten kreator, penggiat literasi dan digital, serta penggerak organisasi di bidang pendidikan. Kami suka berkarya, berkreasi, dan berbagi dalam banyak hal, terkhususnya bidang pendidikan, literasi, teknologi, sains, digital, dan informasi.
Selengkapnya →



Subscribe Channel

Video Pilihan